Grand Opening Gedung dan Fasilitas Baru PT. Eka Dharma Jaya Sakti KM. 13 Balikpapan

PrintEmail

Sejalan dengan semakin maju dan berkembangnya PT. Eka Dharma Jaya Sakti (EDJS) maka tuntutan akan pelayanan dan dukungan aktivitas pun menjadi besar, termasuk fasilitas maupun alat pendukung lainnya. Pemindahan kantor dan fasilitas pendukung PT. EDJS Ke wilayah KM. 13 Balikpapan akan menjadi akomodir perkembangan bisnis PT. EDJS Ke depannya, karena kantor dan fasilitas pendukungnya di Jl. Jend. Sudirman yang sudah ditempati sejak tahun 2001 sudah tidak memadai lagi.

 Setelah melalui proses tahap pembangunan sejak pemancangan tiang pertama pada tahun 2015 lalu, sekarang gedung PT. EDJS sudah selesai dibangun. Peresmian gedung dan fasilitas baru ini digelar pada hari Rabu (8/2/2017) lalu. Acara berlangsung meriah, diresmikan langsung oleh walikota Balikpapan Bapak Rizal Effendy, BOD PT. Indomobil Sukses International Bapak Bambang Prijono, dan direktur PT. EDJS Bapak Pantas Parluhutan Sihombing, serta dihadiri oleh tamu undangan yang terdiri dari Muspika Kota Balikpapan, Pelanggan dan rekan kerja PT. EDJS.

PT. EDJS merupakan dealer resmi produk Volvo Trucks sejak tahun 1984, Volvo Penta sejak tahun 2002, dan produk-produk Fluid Service, serta pula melayani 3S (Sales, Spareparts, dan Service). Sudah lebih 2500 unit Volvo Truck tersebar di seluruh Kalimantan dan Sulawesi yang bergerak di berbagai sektor industri, seperti Pertambangan batu bara, perminyakan, perkayuan, konstruksi dan lain sebagainya. Sebagai pendukung PT. EDJS memiliki tiga cabang utama dan 33 outlet di lokasi kerja/site dan bahkan ditambah dengan adanya dukungan yang lebih besar lagi dari Volvo Indonesia yang kini sudah ada di Balikpapan. Adanya kantor dan fasilitas pendukung baru ini maka akan memberikan dukungan yang lebih maksimal pada bisnis, aktivitas dan pelayanan.

"Dengan gedung dan fasilitas baru ini kami bisa bekerja dengan lebih efektif, lebih efisien, fokus dan terarah, selain itu bisa langsung melayani 3 S (Sales, Spareparts dan Service) kepada para pelanggan” ucap Bapak Sihombing dalam sambutannya.

Fasilitas baru PT. EDJS ini berdiri di atas lahan seluas 3,6 Ha dengan luas bangunan 20.150 M2 di mana luas lahan ini 5 kali lipat dari pada lahan di kantor sebelumnya di Jl. Jend. Sudirman. Gedung dan fasilitas baru ini memiliki sarana dan prasarana sesuai dengan standar dari partisipan Volvo Trucks, di mana akan bisa menjawab tantangan bisnis ke depannya. Di samping itu, Kantor dan fasilitas baru ini merupakan perwujudan penggunaan zona kawasan industri yang dikembangkan oleh Pemerintah Balikpapan.

Oleh Bapak Rizal Effendy disela sambutannya mengatakan bahwa dengan banyaknya pembangunan di wilayah industri Kilo Meter 13 Balikpapan yang salah satunya pembangunan kantor dan fasilitas baru PT. EDJS ini adalah menjadi hadiah ulang tahun ke 120 Kota Balikpapan.

Tahap pembangunan kantor dan fasilitas baru PT. EDJS ini sebenarnya dalam perencanaannya menghadapi tantangan yang cukup besar. Masuk tahun ke dua perencanaan terjadinya krisis ekonomi global, di mana ekonomi global dan nasional melemah sangat signifikan, yang diikuti dengan turunnya harga komoditas, khususnya harga batu bara. Bisnis batu bara merupakan tumpuan utama, karena sebagian besar bisnis PT. EDJS berada di sektor ini. Akan tetapi manajemen PT. EDJS dan Indomobil Group tetap berkomitmen untuk melanjutkan perencanaan dan pembangunan fasilitas baru ini pada saat itu. “Komitmen ini memiliki alasan, yang pertama adalah kondisi ekonomi yang mengalami stagnan adalah kondisi sementara, karena Indonesia memiliki potensi SDM dan SDA yang luar biasa, potensi domestik yang sangat kuat sehingga Indonesia memiliki fundamental yang kuat, dan yang kedua karena PT. EDJS berada di sektor bisnis yang tepat yaitu sektor primer di industri batu bara, “ Jelas Bapak Bambang Prijono.

Kebijakan proyek pemerintah seperti 35.000 Megawatt Powerplan juga akan memberikan keyakinan menaikkan nilai komoditas batu bara. Karena proyek ini memerlukan suplai batubara yang sangat besar. Oleh pemerintah saat ini produksi batu bara dibagi menjadi 30% untuk kebutuhan dalam negeri dan 70% di ekspor. Jika pemerintah membuat kebijakan produksi batubara setidaknya untuk ekspor dan kebutuhan dalam negeri masing-masing 50% maka dampak positif akan sangat besar sekali.

You have no rights to post comments